Monday, 26 February 2018

MENAKLUKKAN PUNCAK SONGOLIKUR 29



Puncak Saptorenggo atau yang lebih dikenal dengan nama puncak 29 berada di sebelah barat Gunung Muria Kudus, dengan ketinggian 1602 M dpl. Puncak Saptornggo merupakan puncak tertinggi di Kabupaten Kudus setelah puncak argo piloso, argo jombangan dan puncak lain di Gunung Muria.

Saya berserta teman teman se kelas dari Kampus UMK jurusan S1 Sistem Informasi, mulai berangkat dari kota kudus ke desa Rahtawu Gebog Kudus mulai jam 19:30 WIB. Di desa rahtawu kami beristirahat sebentar dan melakukan pemanasan kecil sebelum melanjutkan perjalanan menuju puncak Saptorenggo, setelah selesai meyiapkan bekal seperti Senter, dan pengaman lainya waktu perjalanan, akhirnya kita mulai pendakian pada pukul 21:02 WIB dari dukuh Semliro desa Rahtawu.


Rahtawu ini memiliki pemandangan yang indah karena letaknya yang dikelilingi deretan pegunungan dan sungai-sungai yang masih jernih. Rahtawu yang berhawa dingin dan jauh dari keramaian merupakan daya tarik bagi yang suka laku prihatin. Kata orang desa Rahtawu, konon nama Rahtawu mempunyai arti getih yang bercecer (bahasa jawa) kalau indonesianya (darah yang bercecer). Konon ceritanya, puncak Saptorenggo merupakan Puncak Petilasan para dewa dan tokoh pewayangan seperti Semar, petruk, garing dan lainya untuk bermujat kepada yang maha kuasa atau istilah lain kita kenal dengan Meditasi (Topo) dalam bahasa jawa, oleh karena itu bagi para pendaki ada pantangan atau larangan tidak boleh menyalakan atau memutar music gamelan dan tidak boleh bercerita atau menyebut tokoh tokoh pewayangan, demi keselamatan kami dalam pendakian. Banyak cerita mitos disana dan pantangan-pantangan yang diyakini banyak masyarakat sekitar lereng Puncak Saptorenggo ini, hingga semakin menambah keangkerannya. Pada malam-malam tertentu yang dianggap sakral, seperti selasa maupun jum’at Kliwon, biasanya banyak orang yang berdatangan untuk ngalap berkah di berbagai petilasan yang memang banyak di sekitar puncak ini. tentunya dengan berbagai tujuan masing-masing.




Singkat cerita, dengan guyonan dan bercanda kecil saat pendakian akhirnya kita sampai di Bunton pada jam 11:14 WIB. Cukup lama memang dalam pendakian kali ini, beda dengan pendakian yang saya lakukan sebelum ini, karena pendakian kali ini kami beserta teman teman yg mayoritas baru pertama melakukan pendakian, jadi dalam pendakian kami sering ber istirahat di perjalanan.
Next…. Setelah beristirahat di bunton kira kira 2 jam lebih, akhirnya kita mulai pendakian yang sesungguhnya pada pukul 02:06 WIB, melewati setapak demi setapak terjalan batu batu yg sangant kecil seperti bola sepak, sampai batu yang segede gajah, untuk menaklukan puncak saptorenggo. 

Akhirnya kami semua sampai pada puncak pukul 03:54 WIB. Di atas puncak kita beristirahat dan menikmati hangatnya kopi dan mie instan untuk menunggu indahnya matahari terbit. Matahari mulai menampakan sinarnya sedikit demi sedikit, dan di tambah indahnya awan yg sangat lebat dihadapan kita, kadang juga ada awan yg sempat melewati kita, subhanallah maha suci allah atas kuasanya…. Setelah kita mnjeprat jepret foto, tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 09:30 WIB, kami mulai beres beres untuk segera turun dari puncak. Dengan berjalan santai akhirnya saya sampai kediaman saya sendiri pukul 12:56 WIB. Gak tau kalau teman2 saya sampai rumahnya jam berapa… xixixixixi…..






0 komentar

Post a Comment